ali bin abu thalib

Sekilas Mengenal Menantu Nabi
Khalifah ‘Alî bin Abî Thâlib

Oleh Ustadz Novel bin Muhammad Alaydrus
Abu Thurab, itulah julukan yang diberikan oleh Nabi saw kepada beliau. Sayidina ‘Alî ra lahir di Mekah dan di dalam Kakbah 32 tahun setelah kelahiran Nabi saw. Kemudian beliau tumbuh dewasa di rumah Rasulullah saw.  Kebejatan dan kehinaan Jahiliyah tidak sedikit pun mampu mempengaruhi beliau. Selama hidupnya beliau tidak pernah menyembah berhala maupun sujud kepada sebuah patung. Karena itulah beliau disebut dengan “Karromallôhu wajhah” (semoga Allah menyucikan wajahnya).
Saat berusia 8 tahun, Sayidina ‘Alî ra memeluk Islam. Beliau adalah orang pertama dari kalangan anak-anak yang memeluk Islam. Kemudian pada tahun 2 H, saat mencapai usia 21 tahun, beliau menikah dengan Fathimah az-Zahra putri Nabi saw. Sayyidah Fathimah saat itu berusia 15 tahun.
Ketika mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, Rasulullah saw berkata kepada Sayidina ‘Alî, “Engkau adalah saudaraku di dunia dan akhirat.” Sabda beliau saw ini cukup menunjukkan kemuliaan Sayidina ‘Alî ra. Salah satu bukti keberanian beliau adalah kerelaan beliau untuk berbaring di tempat tidur Nabi saw di malam Nabi Hijrah untuk memperdaya orang-orang kafir.
Beliau wafat dalam usia 63 tahun dan menjabat sebagai khalifah selama 4 tahun 9 bulan.
Keluasan ilmu, ketakwaan, keberanian dan sifat-sifat mulia Sayidina ‘Alî tak mungkin dapat dituliskan dalam berjilid-jilid buku, apalagi dalam satu halaman kecil ini. Sebagai pemuas dahaga kita, berikut adalah beberapa mutiara hikmah dan nasihat beliau ra.
“Sebaik-baik temanmu adalah ia yang membantumu. Dan sebaik-baik teman yang membantumu adalah ia yang mencukupi kebutuhanmu.”
“Pergaulan dengan orang-orang yang jahat akan menghasilkan prasangka buruk kepada orang-orang yang baik.”
“Sebaik-baik teman adalah ia yang membimbingmu kepada kebenaran.”
“Sebaik-baik ucapan adalah yang ringkas tetapi memberikan petunjuk.”
“Tanda hati seseorang adalah perbuatannya. Dan tanda ilmu seseorang adalah ucapannya.”
“Bunuhlah keburukan yang terdapat di hati orang lain dengan mencabut keburukan itu dari hatimu.”
“Pelajarilah ilmu, dengan ilmu itu kau akan dikenal. Kemudian amalkanlah ilmu itu, kau akan menjadi ahlinya.”

 

Majelis Ar-Raudhah Pusat (Habib Novel bin Muhammad Alaydrus)
📣 Telegram Channel :
Telegram.me/majelisarraudhah