Belajar, Bekerja Atau Beribadah

Siapa yang ditetapkan Allah untuk mencari rezeki, hendaknya ia ridho dan bersungguh-sungguh dalam mengelola usahanya.
Begitulah, setiap orang hendaknya ridho dan mensyukuri apa yang telah ditentukan Allah baginya sehingga ia dapat mencapai derajat orang-orang yang sempurna. Penulis Zubad berkata:
Yang benar, kamu bersikukuh pada ketentuan Allah, hingga Allah memindahkanmu darinya.
Ibnu Atha Illah berkata dalam Al-Hikam:
Keinginanmu untuk ber-tajrid*, padahal Allah meletakkanmu pada asbab** merupakan syahwat yang tersembunyi. Keinginanmu untuk mencari asbab padahal Allah meletakkanmu dalam tajrid akan menurunkanmu dari derajat yang tinggi. (II:72)
(Habib Muhammad bin Hadi Asseqaf, Tuhfatul Asyraf, Kisah dan Hikmah, Putera Riyadi) Catatan kaki: * tajrid: mencurahkan semua perhatian, tenaga dan waktu hanya untuk beribadah kepada Alloh. ** asbab: semua kemudahan (fasilitas) dan sarana untuk memperoleh kenikmatan duniawi.